Kondisi Fisik, Wilayah dan Penduduk Indonesia

KONDISI FISIK, WILAYAH DAN PENDUDUK INDONESIA

Petrus Haryo Sabtono
Disampaikan dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi SMPK Santo Yoseph Denpasar
Semoga Bermanfaat.
Tuhan Memberkati.
(Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumber: www.abelpetrus.wordpress.com)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi, baik di daratan maupun di dasar laut. Selain keragaman bentuk muka bumi, Indonesia juga diperkaya dari letak geografis maupun letak astronomis. Letak astronomis berpengaruh terhadap iklim, sementara letak geografis berpengaruh terhadap keadaan alam maupun penduduknya. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan segala aktivitas manusianya. Atau dalam kata lain bahwa kondisi sosial suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Karena itu kajian/pembahasan geografi adalah mengkaji/membahas saling hubungan antara unsur fisik dan unsur sosial di permukaan bumi.

Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tegantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya. Penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat berpengaruh terhadap kegiatan manusia untuk mengelola dan memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya untuk kesejahteraan hidupnya.

 Kata Kunci: kondisi geografis, letak geografis, letak astronomis, kondisi musim, persebaran jenis tanah, persebaran flora dan fauna, kondisi penduduk.

Untuk Mendapatkan Materi ini silahkan klik disini lalu pilih judul yang sesuai dengan materi ini.

A. Pengaruh Letak Geografis Indonesia Terhadap Kondisi Alam dan Penduduk

Pengertian letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Letak geografis disebut juga letak relatif, disebut relatif karena posisinya ditentukan oleh fenomena-fenomena geografis yang membatasinya, misalnya gunung, sungai, lautan, benua dan samudra.[1] Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Agar semakin jelas dimana letak geografis Indonesia perhatikan gambar peta dan globe di bawah ini:

1) Letak Geografis Indonesia pada peta:

2) Letak Geografis Indonesia pada Globe

Letak geografis Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk. Letak ini juga disebut/dikenal sebagai posisi silang (cross position), seperti gambar di bawah ini:

Posisi Silang 

Letak geografis ini sangat strategis untuk negara Indonesia, sebab tidak hanya kondisi alam yang mempengaruhi kehidupan penduduk Indonesia, tetapi juga lintas benua dan samudera ini berpengaruh terhadap kebudayaan yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama dengan keanekaragaman suku-bangsa yang kita miliki. Selain kebudayaan, Indonesia juga mendapatkan keuntungan ekonomis, seperti: pertama, kerjasama antar negara-negara berkembang sehingga memiliki mitra kerjasama yang terjalin dalam organisasi, seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations/Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara)[2]; kedua, seperti terlihat pada gambar di atas dapat diketahui Indonesia sebagai inti jalur perdagangan dan pelayaran lalu lintas dunia, jalur transportasi negara-negara lain, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia cukup ramai dan sebagai sumber devisa negara.[3]

Diketahui secara geografis wilayah Indonesia sangat luas, maka negara kita dikenal sebagai Negara Kepualauan atau Negara Maritim. Ini terbukti dari luas wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari pulau-pulau, dengan memiliki ± 17.000 buah pulau dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2.[4] Dengan wilayah Indonesia yang begitu luasnya, maka memiliki keuntungan-keuntungan, sebagai berikut: a) mempermudah hubungan dengan negara lain, ikatan dagang; b) saling menjalin kerja sama; b) lalu lintas perdagangan damai dan lancar; c) persaingan yang menguntungkan[5]; dan d) sumber daya kelautan yang berlimpah.

Keuntungan lainnya, seperti pada keanekaragaman budaya. Ini menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia, sehingga Indonesia menjadi suatu wilayah salah satu tujuan utama untuk berwisata. Dengan kecantikan alam dan keanekaragaman budaya bangsa kita, maka sektor pariwisata menjadi salah satu sumber devisa negara.

Letak geografis Indonesia ternyata tidak selalu membawa keuntungan, tetapi juga dapat mengakibatkan kerugian, misalnya: pada tatanan kehidupan sosial, masyarakat Indonesia dapat terpengaruh oleh budaya luar yang diserap tanpa adanya proses penyaringan (selektif) terhadap budaya yang negatif, sehingga akan menumbuhkan dampak sosial yang kurang baik. Budaya negatif yang diserap tanpa proses selektif dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia, seperti: gaya hidup kebarat-baratan, sifat individualisme, dan cara pandang yang terlampau luas. Budaya negatif ini dapat mengakibatkan rasa hormat menghormati dan sopan santun antar sesama luntur, budaya lokal kurang dipertahankan atau mulai ditinggalkan.[6]

Letak geografis Indonesia juga berpengaruh terhadap keadaan/kondisi alam. Pertama, Indonesia beriklim laut, sebab merupakan negara kepulauan sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut yang mendatangkan banyak hujan. Kedua, Indonesia memiliki iklim musim, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin muson yang berhembus setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal ini menyebabkan musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.[7]

B. Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Letak Astronomis suatu negara ialah letak suatu tempat didasarkan pada posisinya terhadap garis lintang dan garis bujur. Garis lintang merupakan garis-garis yang sejajar dengan khatulistiwa yang melintang mengitari bumi sampai daerah kutub. Sementara, garis bujur merupakan garis tegak yang berjajar menghubungkan wilayah kutub utara dan selatan. Garis-garis tersebut merupakan garis khayal yang dipergunakan sebagai pedoman untuk menunjukkan posisi suatu daerah di muka bumi.[8]

Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia berada di antara 6° LU – 11° LS dan antara 95° BT – 141° BT. Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau We di Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di 6° LU. Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur yang berada pada 11° LS. Wilayah Indonesia paling barat adalah ujung utara Pulau Sumatera yang berada pada 95° BT dan wilayah Indonesia paling Timur di Kota Merauke yang berada pada 141° BT.[9]


Beberapa fakta dari letak astronomis Indonesia:

1) Wilayah Indonesia terletak di sekitar khatulistiwa atau secara keseluruhan terletak di daerah lintasan timur dan berada di daerah tropis. Indonesia mempunyai panjang bujur 46° (sama dengan 118 kelili bumi) dan lebar lintang 17°.[10] Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari. Berdasarkan letak lintang, Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki curah hujan tinggi.
  • Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
  • Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
  • Banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi.

2)     Wilayah Indonesia dibagi dalam tiga daerah waktu, dengan selisih waktu masing-masing 1 jam. Ketiga daerah waktu tersebut antara lain:

  • Waktu Indonesia Barat (WIB), meliputi daerah Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Pusat meridiannya adalah 105° BT dan selisih waktu 7 jam lebih awal dari Greenwich Mean Time (GMT).
  • Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT.
  • Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Kepualuan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT.[11]

Pengaruh Letak Astronomis di Dunia:

Letak astronomis di dunia berpengaruh terhadap perbedaan iklim disetiap wilayah. Perbedaan iklim ini dibatasi oleh garis lintang. Seperti gambar di bawah ini, Indonesia berada di antara 6° LU – 11° LS dan dilalui oleh garis khatulistiwa, maka Indonesia memiliki iklim tropis. Perhatikan gambar berikut ini:

Iklim

Keterangan:

  1. Daerah beriklim dingin utara terletak diantara 60½° LU – 90° KU (Kutub Utara)
  2. Daerah beriklim sedang utara terletak diantara 40° LU – 60½° LU
  3. Daerah beriklim subtropis utara terletak diantara 23½° LU – 40° LU
  4. Daerah beriklim tropis terletak diantara 23½° LU – 23½° LS (Daerah Khatulistiwa)
  5. Daerah beriklim subtropis selatan 23½° LS – 40° LS
  6. Daerah beriklim sedang selatan terletak diantara 40° LS – 60½° LS
  7. Daerah beriklim dingin selatan terletak diantara 60½° LS – 90° KS (Kutub Selatan)

C. Hubungan Letak Geografis dengan Perubahan Musim di Indonesia

Indonesia berada diantara 6° LU – 11° LS dan merupakan daerah tropis dengan dua musim, yakni musim kemarau dan penghujan yang bergantian setiap enam bulan sekali. Terjadinya perubahan musim ini disebabkan antara lain:

1. Peredaran semu matahari tahunan

Peredaran semu tahunan matahari merupakan peredaran matahari pada bidang ekliptika dalam jangka waktu satu tahun.[12] Bidang ekliptika adalah lingkaran yang ditempuh oleh matahari dalam waktu satu tahun. Pergerakan matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23½° LU, kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju ke garis lintang bali selatan 23½° LS dan kembali lagi ke khatulistiwa. Setiap hari akan terjadi pergeseran dari letak terbit/terbenamnya dibandingkan dengan letak yang kemarin. Pergeseran ini disebabkan karena proses perputaran bumi mengelilingi matahari (revolusi), sehingga dapat diketahui bahwa yang berubah adalah posisi bumi terhadap matahari. Akibat dari perputaran bumi yang mengelilingi matahari tersebut, maka mengakibatkan terjadinya pergeseran semu letak terbit/terbenamnya matahari. Berikut ini bagan yang menunjukkan pergeseran semu letak terbit/terbenamnya matahari dalam satu tahun. Perhatikan bagan berikut ini:

Peredaran Semu Matahari Tahunan

2. Terbentuknya angin muson

Musim di Indonesia terjadi sebagai akibat letak geografis Indonesia di antara dua benua besar. Benua Asia berada di bumi belahan utara, sedangkan Benua Australia berada di belahan bumi selatan yang mengakibatkan tekanan udara yang berada di Asia dan di Australia. Dengan perbedaan tekanan udara tersebut maka terjadilah angin muson. Angin muson adalah angin yang setiap setengah tahun (6 bulan) berganti arah, sehingga di Indonesia terjadi dua musim, yaitu: musim penghujan dan musim kemarau.[13] Di Indonesia terdapat dua angin muson, yaitu:

a) Angin muson barat

Angin muson barat bertiup pada bulan Oktober – Maret, pada saat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan, sehingga penyinaran matahari di Benua Australia lebih tinggi di banding di Benua Asia. Hal ini menyebabkan udara di Benua Australia bertekanan minimum (-) dan di Benua asia bertekanan maksimu (+), sehingga angin yang bertiup dari Asia menuju ke Australia. Pada kondisi seperti Indonesia terjadi musim hujan, karena angin melewati samudera luas (Pasifik) yang banyak membawa uap air.[14]


b) Angin muson timur

Angin muson timur bertiup mulai bulan April – September, disaat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah (-) dan tekanan udara di Australia tinggi (+), sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia. Angin muson timur melewati gurun yang luas di Australia, sehingga bersifat kering. Oleh karena itu Indonesia saat itu mengalami musim kemarau.[15]

D. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan berbagai potensi kekayaan alam, melainkan juga berperan sebagai paru-paru dunia.

1. Persebaran flora di Indonesia

Indonesia memiliki beraneka ragam jenis tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar, terutama curah hujan dan suhu udara. Pengaruh suhu udara terhadap habitat tumbuhan di Indonesia telah dikenal dengan klasifikasi Junghuhn, seorang ahli botani asal Jerman yang membagi jenis tumbuhan berdasarkan ketinggian tempat.[16]


2. Persebaran fauna di Indonesia

Persebaran fauna di Indonesia berkaitan dengan sejarah geologis Kepulauan Indonesia. Menurut Alfred Russel Wallace, terdapat perbedaan sebaran binatang di Indonesia. Klasifikasi persebaran fauna di Indonesia dikenal dengan sebutan kralsifikasi garis wallace. Menurut klasifikasi ini Indonesia memiliki dua sebaran hewan, yaitu: a) di bagian barat merupakan daerah dengan jenis hewan berasal dari Benua Asia; dan b) bagian timur adalah daerah dengan jenis hewan dari Benua Australia. Namun dalam klasifikasi ini dibagi lagi oleh Wallace menjadi tiga tipe fauna, yaitu: tipe Asiatis, Asiatis-Australis (Peralihan), dan Australis. Pada perkembangannya Garis Wallace disempurnakan lagi oleh Weber menjadi lebih detil. Ahli binatang lain ialah Lydekker, yang menentukan batas barat fauna Australia dengan menggunakan garis kontur kedalaman laut antara 180-200 meter sekitar Paparan Sahul dan Paparan Sunda.[17]


 E. Persebaran Jenis Tanah dan Pemanfaatannya di Indonesia

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dalam tanah banyak mengandung bermacam-macam bahan organik dan anroganik. Bahan organik berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati, baik flora, fauna maupun manusia, sedangkan bahan anorganik berasal dari benda-benda mati berupa batuan dan mineral.[18] Berikut ini adalah peta persebaran jenis tanah di Indonesia:

(Perbedaan warna pada Peta ini hanya menggunakan teknik Photoshop)

Keterangan Warna:

  1. Merah: Tanah Vulkanis. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah sekitar gunung berapi. Tanah ini terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan. Jenis tanah ini umumnya mempunyai ciri berbutir halus, sifatnya tidak mudah tertiup angin, dan jika terkena hujan lapisan tanah bagian atas menutup sehingga tanah ini tidak mudah erosi. Jenis tanah ini sangat subur. Pemanfaatannya biasanya dipergunakan untuk pertanian dan perkebunan.
  2. Biru: Tanah Aluvial. Tanah ini juga sering disebut tanah endapan, yaitu berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai, lalu diendapkan di dataran rendah, lembah dan sekungan sepanjang daerah aliran sungai. Tanah aluvial tidak semuanya mempunyai kandungan unsur hara yang sama. Tinggi rendahnya kandungan unsur haranya tergantung pada tanah induknya. Pemanfaatannya sebagai pertanian (persawahan) karena kondisi keasamannya yang sesuai dan letaknya berada di daerah rendah.
  3. Merah muda: Tanah Laterit. Tanah ini biasanya berwarna merah atau kekuning-kuningan. Tanah laterit miskin akan unsur hara sehingga tidak subur. Tanah ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang hutannya sudah gundul atau lapisan humusnya telah habis karena adanya erosi (tererosi). Jenis tanah ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, harus segera diadakan penghijauan atau reboisasi, yaitu dengan cara mengusahakan menanami kembali supaya tanah tersebut dapat subur kembali. Tanah ini dipergunakan sebagai bahan baku industri gerabah (keramik).
  4. Ungu: Tanah Litosol. Tanah ini sering juga disebut tanah berbatu-batu. Tanah ini terbentuk karena pelapukan batuan yang sempurna sehingga sukar ditanami atau kandungan unsur haranya sangat rendah. Sebagian besar jenis tanah ini tidak bisa dimanfaatkan, hanya sebagian kecil yang produktif dimanfaatkan untuk tanaman keras, tegalan, palawija, dan padang rumput.
  5. Biru Muda: Tanah Organosol atau tanah gambut, yaitu tanah yang berasal dari bahan organik yang terbentuk karena genangan air sehingga peredaran udara di dalamnya sangat kurang dan proses penghancurannya menjadi tidak sempurna karena kekurangan unsur hara.[19]

Selain keterangan dan peta di atas, masih banyak lagi jenis tanah yang tersebar di Indonesia, seperti: Tanah mergel yang tersebar di daerah dataran rendah seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara; Tanah Terasora tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku, dan Sumatera; Tanah Humus terdapat di Kalimantan Sumatera, Sulawesi dan Papua; dan sebagainya.

F. Kondisi Penduduk Indonesia

Menurut para ahli ilmu Geologi, kepulauan Indonesia yang merupakan suatu gugusan yang terpanjang dan terbesar di dunia.[20] Ini terbukti bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang menyebar dari Sabang (ujung Sumatera Utara) sampai Merauke (ujung Papua).[21] Keanekaragaman suku-bangsa ini tentunya seperti yang telah disebutkan di awal pembahasan ini, bahwa Indonesia terletak di cross position (posisi silang). Bukan saja suku-bangsa atau ras yang beraneka ragam di Indonesia, tetapi juga keaneragaman kepercayaan (agama), misalnya seperti Hindu, Budha, Kristen (Katolik dan Protestan), Konghucu dan Islam. Bahasa juga merupakan suatu kekayaan bangsa kita, ada bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan dan bahasa-bahasa daerah yang menjadi identitas kesukuan.

Sebagai daerah lintasan dan menjadi tempat tujuan setiap orang yang melaluinya, bahkan ini sudah terjadi sejak satu juta tahun yang lalu pada zaman prasejarah. Seperti persebaran manusia dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Kelompok ras Austronesia-Melanesoid (Papua Melanezoid), ada yang menyebar ke arah barat dan ada yang menyebar ke arah timur. Mereka yang menyebar ke arah timur menduduki wilayah Indonesia Timur: Papua, Pulau Aru dan Pulau Kai.
  2. Kelompok ras Negroid, yang kini menjadi orang Semang di semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.
  3. Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatera Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.
  4. Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: a) Ras Proto Melayu (Melayu Tua), antara lain Suku Batak, Toraja, dan Dayak; dan b) Ras Deutro Melayu (Melayu Muda), antara lain Suku Bugis, Madura, Jawa, dan Bali. Berikut ini adalah peta persebaran kelompok ras Melayu:


G. Penutup

Dengan mempelajari kondisi fisik wilayah dan penduduk Indonesia kita dapat mengetahui bahwa Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, baik dari segi keadaan alamnya, maupun keadaan sosialnya. Kondisi alam Indonesia yang bervariasi mengakibatkan kondisi penduduk yang bervariasi keadaan sosialnya.

Di mana berbagai varian keadaan sosial juga mengandung potensi konflik yang besar. Namun, yang patut disyukuri betapa pun majemuknya bangsa Indonesia, kehidupan di dalamnya tetap bisa berjalan harmonis (Bhineka Tunggal Ika) dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah mempelajari kondisi fisik wilayah dan penduduk Indonesia kita juga diharapkan dapat: Menunjukkan pada peta dengan tepat letak Astronomis Indonesia; Menjelaskan hubungan posisi geografis dengan perubahan musim di Indonesia agar dapat bersikap yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; Mendeskripsikan wilayah daratan Indonesia agar dapat bersikap yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsanya; Mengidentifikasi penyebab terjadinya perubahan musim dan menentukan bulan berlangsungnya musim hujan dan kemarau di wilayah Indonesia sehingga memiliki tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari apa yang dipelajarinya, dilihat dan didengar; Mengemukakan informasi persebaran flora dan fauna di Indonesia agar dapat bertindak mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; Mendeskripsikan persebaran jenis tanah dan pemanfaatannya di Indonesia agar dapat bertindak yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya; dan Menjelaskan budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia agar dapat bersikap saat memberikan respek/hormat terhadap berbagai macam hal baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku dan agama.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: http://abelpetrus.wordpress.com/geography/kondisi-fisik-wilayah-dan-penduduk-indonesia/

DAFTAR PUSTAKA

“Letak Indonesia”, dalam http://mr-geo-mtsn.blogspot.com/2009/07/letak-indonesia.html. Download: 18 Juli 2012.

“Peredaran Semu Tahunan Matahari”, dalam http://jidaimnida.blogspot.com/ 2011/11/peredaran-semu-tahunan-matahari.html. Download: 18 Juli 2012.

“Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara”, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Bangsa-bangsa_Asia_Tenggara. Download: 18 Juli 2012.

“Wawasan Nusantara”, dalam http://silvianadita1.blogspot.com/2011/05/ wawasan-nusantara.html. Download: 18 Juli 2012.

Koentjaraningrat, et.al. Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1999.

Multimedia Pembelajaran CD Interaktif-Geografi, Kondisi Fisik Wilayah Indonesia: Untuk SMP/MTS. Diproduksi oleh: Lebah Kreasi Multimedia, Solusi Media Pendidikan.

Sudarmi, Sri dan Waluyo, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu 2: Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Maryanto (ed.). Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Tim Penyusun, Buku Ajar Geografi & Sosiologi Untuk SMP Kelas VIII Semester 1. Surakarta: Citra Pustaka.

Tim Penyusun, Pendamping Materi Geografi Untuk SMP/MTS Kelas VIII Semester 1. Klaten: Prestasi Agung Pratama.

http://www.google.com


[1] Multimedia Pembelajaran CD Interaktif-Geografi, Kondisi Fisik Wilayah Indonesia: Untuk SMP/MTS. Diproduksi oleh: Lebah Kreasi Multimedia, Solusi Media Pendidikan.

[2] “Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara”, dalam http://id.wikipedia.org/ wiki/Perhimpunan_Bangsa-bangsa_Asia_Tenggara. Download: 18 Juli 2012.

[3] Sri Sudarmi dan Waluyo, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu 2: Untuk SMP/MTS Kelas VIII. Maryanto (ed.) (Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008), p. 5.

[4] “Letak Indonesia”, dalam http://mr-geo-mtsn.blogspot.com/2009/07/letak-indonesia.html. Download: 18 Juli 2012.

[5] “Wawasan Nusantara”, dalam http://silvianadita1.blogspot.com/2011/05/ wawasan-nusantara.html. Download: 18 Juli 2012.

[6] Ibid.

[7] Sri Sudarmi dan Waluyo, loc.cit.

[8] Multimedia Pembelajaran CD Interaktif-Geografi. Lihat juga: Sri Sudarmi dan Waluyo, op.cit., p. 6.

[9] Tim Penyusun, Buku Ajar Geografi & Sosiologi Untuk SMP Kelas VIII Semester 1 (Surakarta: Citra Pustaka), p. 2.

[10] Ibid., p. 3.

[11] Sri Sudarmi dan Waluyo, op.cit., p. 6.

[12] “Peredaran Semu Tahunan Matahari”, dalam http://jidaimnida.blogspot.com/ 2011/11/peredaran-semu-tahunan-matahari.html. Download: 18 Juli 2012.

[13] Tim Penyusun, Pendamping Materi Geografi Untuk SMP/MTS Kelas VIII Semester 1 (Klaten: Prestasi Agung Pratama), p. 3.

[14] Ibid., p. 4. Cf. Sri Sudarmi dan Waluyo, op.cit., p. 8.

[15] Ibid.

[16] Multimedia Pembelajaran CD Interaktif-Geografi.

[17] Ibid.

[18] Ibid.

[19] Ibid.

[20] Koentjaraningrat, et.al. Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Jakarta: Djambatan, 1999), p. 1.

[21] Sri Sudarmi dan Waluyo, op.cit., p. 15.

Comments
  1. asti says:

    thank you, utk referensi pembelajaran ips.

    • abelpetrus says:

      Oke Asti…
      Semoga bermanfaat.
      Selamat belajar & Tetap Semangat…

      • kenapa harus pake gambar hewan yang nama2 garisnya???

      • abelpetrus says:

        Afif Nur Fauzi: maksudnya “hewan yang nama2 garisnya” apa? bahasa Anda tidak mudah dipahami. Bisakah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar? agar mudah dipahami. Terimakasih.
        Mungkin maksud Anda tentang persebaran hewan di Indonesia.
        Itu adalah penjelasan penyebaran hewan di Indonesia berdasarkan pembagian menurut Alfred Russel Wallace, Webber & Lydekker yang kesemuanya menjelaskan ciri-ciri khusus disetiap wilayah di Indonesia. Hal tersebut, terutama ciri-ciri khusus persebaran hewan itulah yang penting dipahami dan dipelajari, karena pastinya disetiap wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman fauna. Jika Anda pergi ke Indonesia bagian timur, tentunya Anda akan menemukan perbedaan fauna di Indonesia bagian Barat maupun Tengah. Persebaran hewan tersebut berkaitan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia, sama halnya persebaran Ras & Suku Bangsa di Indonesia.

        Selamat mempelajari & Tetap Semangat….
        Tuhan memberkati

  2. Antonius Gunawan says:

    pak petrus,,, itu peta persebaran tanahnya sesuai dengan tugas yang diberikan pak petrus? (Anton kelas 8E)

  3. mksi ats inform.a iia ??

  4. Andriyakub says:

    Thnx gan sebelumnya….
    gan.., ane mau tanya nih..
    mengapa kondisi geografis amat sangat berhubungan dengan keadaan penduduknya?
    jawab ya…
    please..

    • abelpetrus says:

      Ok…
      Dari beberapa sumber yang saya dapatkan dan saya baca, kondisi geografis akan selalu mempengaruhi keadaan penduduknya, bahkan secara fisikpun akan terpengaruh dari kondisi geografis. Karena manusia akan selalu tergantung pada alam dimana dia tinggal, manusia tidak bisa melawan nalurinya sebagai bagian dari alam, atau menentang pola umum yang ada pada alam. Ini mudah saja, kita dapat melihat keseharian kita. saya lahir dan bertumbuh dewasa di kota, saya terpengaruh oleh kehidupan kota, ada uang maka saya makan. Berbeda dengan teman saya yang tinggal di desa, tanpa uang dia masih bisa memanfaatkan lingkungannya, yakni dengan memanen tanaman/tumbuhan yang bisa dijadikan lauk pauk.
      Kondisi ini juga akan terpengaruh pada perilaku, gaya hidup, kebiasaan, dll.
      Contoh lain: makanan yang dikonsumsi oleh orang daerah pesisir, dataran rendah, dan dataran tinggi pastinya akan memiliki ciri tersendiri. Orang daerah pantai (pesisir) akan lebih senang jika mereka disuguhkan ikan laut dibandingkan ikan air tawar yang lebih digemari oleh orang dataran rendah dan dataran tinggi.
      Hal lainnya saya coba contohkan jenis tanaman perkebunan. itu ada dua jenis, ada tanaman musiman ada juga tanaman tahunan. Tanaman musiman hanya mengalami satu kali panen, seperti tembakau dan tebu. Sementara tanaman tahunan mengalami beberapa kali masa panen dan bermanfaat selama 20 tahun. Karena itu manusia akan selalu mengikuti alam, meskipun teknologi pengetahuan sudah bisa mempercepat tumbuh berkembangnya suatu tanaman, tapi tetap saja secara pola umum manusia akan dipengaruhi oleh alam.

      Jadi, intinya kita hidup dari alam, adakah produk buatan manusia yang tidak tergantung dari alam?

      Terimakasih atas kunjungannya Andri. Semoga puas dengan jawaban saya.
      Semoga bermanfaat…
      Selamat Belajar & Tetap Semangat.
      Tuhan memberkati…

      • Andriyakub says:

        Thanks ya gan…..,
        jawabannya bagus….
        Ini sangat bermanfaat…..
        Sukses selalu ya…..
        Tuhan memberkati…
        (I.am.a.Muslim)

      • abelpetrus says:

        Ya… sama-sama. Terimakasih juga atas kunjungannya.
        Apapun keyakinannya, kita semua diberkati oleh Tuhan.
        Yang Maha Kuasa atau Sang Pencipta dalam konsep apapun jika di Indonesiakan disebut Tuhan.
        Sukses Selalu & Tetap Semangat…

      • nisha tamana says:

        tuh kau bilang gak bolehh plagiat kau sendiri plagiat

      • abelpetrus says:

        Anda belajar etika mengambil referensi atau sumber? Saya masih mencantumkan referensi/daftar pustaka dari berbagai macam sumber. Jika saya mengambil referensi dari internet, maka saya akan mencantumkan url dimana saya mengambil sumber. Itu artinya saya tidak plagiat. Karena saya masih mengikuti aturan bereferensi. Mungkin Anda lulusan SD, yang belum belajar tentang bagaimana mengambil referensi. Kebanyakan orang di internet hanya copypaste tapi tidak mencantumkan referensi atau copypaste darimana.
        Contoh seperti ini: “Atmosfer”, dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer. Download: 14 Januari 2013. pada materi ini: http://abelpetrus.wordpress.com/geography/atmosfer/

        Terimakasih atas kunjungannya dan tetap semangat…
        Tuhan memberkati…

  5. mau tanya pak.
    bagaimana kondisi iklim/cuaca pd daerah yang mempunyai distribusi daratan/lautan yang luas????

    • abelpetrus says:

      Selamat datang Winda.
      Terimakasih atas pertanyaannya. Saya berusaha menjawab dengan baik.

      Dari sumber yang saya dapatkan Iklim dan Cuaca memiliki perbedaan:
      1. Iklim pada umumnya, kita ketahui hanya ada tiga, yakni Iklim Tropis, Subtropis, dan Dingin. Namun pada dasarnya, ada 5 klasifikasi utama iklim dengan banyak subdivisi di setiap kelas. Ada iklim tropis, iklim subtropis, iklim pertengahan lintang, iklim lintang tinggi, dan iklim ketinggian tinggi. Tapi agar tidak semakin meluas, maka lebih baik langsung saja pada pengertian Iklim. Iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama. misalnya, Indonesia terletak di Khatulistiwa, maka Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim inipun disebabkan bukan karena distribusi suatu wilayah apakah lebih luas daratan atau lautannya, melainkan disebabkan adanya angin muson yang membawa uap air ketika musim hujan, dan uap panas ketika musim kemarau. Angin muson timur menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau, karena angin ini membawa uap panas dari Australia yang sebagian besar wilayahnya adalah gurun. Sementara angin muson barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan, ini karena angin yang dibawa dari barat melalui lautan luas dari Asia, yaitu laut Cina sehingga membawa uap air. Jadi, iklim itu ditentukan oleh garis lintang suatu wilayah, bukan pada distribusi suatu wilayah tertentu apakah lebih luas daratan atau lautnya.

      2. Cuaca cakupannya sempit, waktu relatif singkat, tampak dari jangka waktu cuaca yang hanya beberapa jam saja, yaitu adanya perbedaan keadaan di pagi hari dan siang hari. Misalkan pada berita prakiraan cuaca kota-kota besar di Indonesia, di Kota Denpasar tadi pagi mengalami hujan, sementara di Kota Jakarta hanya berawan, dan kota-kota lainnya tentu beragama, ada yang cerah, hujan, dan berawan. Jangankan dalam cakupan Indonesia, dalam satu kota saja cuaca dalam jarak 1Km saja bisa berbeda. Contohnya saja saya tinggal di Kota Denpasar yang terbagi atas 4 Kecamatan, yakni Denpasar Selatan, Denpasar Utara, Denpasar Barat, dan Denpasar Timur. Setiap kecamatan bisa saja tidak sama cuacanya, tadi pagi Denpasar Selatan sedang mengalami hujan sementara sore ini cuacanya sangat cerah, Di Denpasar Utara tadi pagi hanya berawan.

      #Referensi: Buku Paket IPS: Muh. Nurdin, et al., Mari Belajar IPS 1: untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.
      hanya itu yang bisa saya jawab.
      Selamat belajar & tetap semangat.

  6. zulhamtangahu says:

    maaf pak apa ada peta penyebaran jenis tanah indonesia yang bisa dibagi ? kalau bisa dalam bentuk shp. terima kasih

  7. Alex Aziz says:

    sip terima kasih materinya sangat membantu saya om.

  8. Fikri says:

    Kebetulan sekali ada tugas ips , jadi mampir dulu ke sini :D

  9. nvjhnmv, says:

    ya mpun gan maksi lo ini sgt bermanfaal ..,,

  10. Makasih informasinya yah.. ijin copy paste buat tugas IPS….hehehe

  11. ijin copy paste ya.. buat blog saya juga>>>> anderson-sam.blogspot.com

  12. rahma says:

    terimakasih dari sumber ini saya bisa mengerjakan soal soal yang ada di buku saya

  13. Mas AWR says:

    terimakasih pak atas referensinya, tugas saya selesai :)

  14. Syukron ilmunya :D

  15. Fadly_Zidan says:

    Permisi Mau nanya, apa sih dampak negatif dari posisi indonesia terhadap kehidupan sosial ekonomi dan budaya…?

    Please jawab..
    i’m waiting…

  16. Fadly_Zidan says:

    okeh, Thanks banget yaaa…
    Beruntung berkunjung ke web ini…

  17. englandrea says:

    Keterangan peta persebaran tanah ada yg tidak sesuai. Warna merah menurut hemat kami bukan tanah vulkanis, tetapi tnh organosol

    • abelpetrus says:

      yupz… memang, keterangan peta itu dibuat bukan dengan berdasarkan teknik atau ketetapan geografi, tapi hanya sekedar membuat contoh dengan teknik photoshop saja.

      saya mohon informasinya tentang warna jenis-jenis tanah pada peta, agar bisa memperbaiki petanya.
      thx atas perhatiannya.

  18. 19saa says:

    makasih banyak :D

  19. hanny says:

    Makasih banyak atas ilmunya

  20. Febri Aswin W.P says:

    makasih om. atas ilmunya… ^_^ .. jadi bisa ngerjain tugas..sekolah

  21. alif irfandi says:

    Itu peta persebaran tanah yg warna merah muda yg mna ?

  22. hanny says:

    numpang nanya ya..
    peredaran semu tahunan matahari pengaruhnya terhadap Indonesia apa ya?
    jwb ya..

  23. adlan za says:

    izin untuk membaca bang…terima kasih sebelumnya

  24. Anonymous says:

    ijin copas gan :)

  25. yanur says:

    kuntungan dan kerugian adanya keragaman suku bangsa apa ya…

    • abelpetrus says:

      Keuntungan: sebagai aset perekonomian, khusunya pariwisata budaya
      Keruguan: konflik antar suku yang lebih banyak disebabkan karena masalah sepele atau bahkan masalah perbedaan prinsip keyakinan/agama

  26. Dwi says:

    mau tanya, perbatasan garis weber darimana sampai mana, garis wallace darimana sampai mana, dan garis ludekker dari mana sampai mana.

    trimakasih

  27. […] seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations/Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara)[2]; kedua, seperti terlihat pada gambar di atas dapat diketahui Indonesia sebagai inti jalur […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s