Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia

KONDISI GEOGRAFIS DAN PENDUDUK INDONESIA

Petrus Haryo Sabtono
Disampaikan dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Geografi SMPK Santo Yoseph Denpasar
Semoga Bermanfaat.
Tuhan Memberkati.

I. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi, baik di daratan maupun di dasar laut. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktivitas manusianya. Satu ciri utama kajian geografi adalah mengkaji saling hubungan antara unsur fisik dan unsur sosial di permukaan bumi.
Aktivitas penduduk disuatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis terutama kondisi fisiknya. Kondisi geografi fisik tersebut meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah serta kondisi peraian.
Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap kegiatan manusia untuk mengelola dan memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya untuk kesejahteraan hidupnya.

Lima kata kunci untuk mempelajari Kondisi Geografis dan Penduduk Indonesia: kondisi fisik, dataran tinggi, dataran rendah, pantai, keragaman aktivitas penduduk.

II. KONDISI GEOGRAFIS

Indonesia memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan berbeda-beda. Ada yang disebut dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.
Daerah-daerah tersebut tentunya dapat diketahui dari letak suatu wilayah, antara lain sebagai berikut:

  1. Posisi daerah tersebut terhadap tempat atau daerah lain.
  2. Kehidupan penduduk yang ada di daerah tersebut.
  3. Latar belakang sejarah dan pengaruh yang pernah ada atau akan ada terhadap daerah tersebut.

Untuk lebih memahami kondisi geografis Indonesia tentunya kita akan mempelajari juga hal-hal yang mempengaruhinya, yaitu: letak fisiografis dan letak sosiografis.

2.1. Letak Fisiografis

Letak fisiografis adalah letak suatu tempat berdasarkan segi fisiknya, seperti dari segi garis lintang dan garis bujur, posisi dengan daerah lain, batuan yang ada dalam bumi, relief permukaan bumi, serta kaitannya dengan laut. Letak fisiografis ini meliputi:

a. Letak astronomis

Letak astronomis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujurnya.
Letak astronomis Indonesia: 6°.08′LU – 11°.15′LS dan 95°.45′BT – 141°.05‘BT. Letak astronomis ini mengakibatkan Indonesia mengalami iklim tropis yang sangat membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Keuntungan yang didapat oleh Indonesia dengan posisi / letak astronomis tersebut adalah memiliki curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun. Lahan-lahan pertanian sangat tergantung dengan curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari, sehingga dapat memberikan kesuburan pada lahan pertanian. Dengan demikian memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, wilayah Indonesia juga banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan bangsa Indonesia untuk bercocok tanam ataupun beraktivitas dalam segala bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Batas wilayah Indonesia berdasarkan letak astronomis:

  • Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau We, yang terletak pada 6°.08′LU.
  • Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur terletak pada 11°.15′LS.
  • WIlayah Indonesia yang paling barat yaitu pulau We di ujung utara Pulau Sumatera pada 95°.45′BT
  • Wilayah Indonesia paling timur adalah Kota Merauke terletak pada 141°.05′BT.

Wilayah Indonesia terbagi atas tiga wilayah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB) GMT +7, Waktu Indonesia Tengah (WITA) GMT +8, dan Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) GMT +9.

Letak Astronomis Indonesia

b. Letak geografis

Letak geografis, yaitu letak suatu tempat dilihat dari kenyataannya di muka bumi atau letak suatu tempat dalam kaitannya dengan daerah lain disekitarnya. Letak geografis disebut juga letak relatif, disebut relatif karena posisinya ditentukan oleh fenomena-fenomena geografis yang membatasinya, misalnya gunung, sungai, lautan, benua dan samudra.
Secara geografis wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, yaitu Benua Asia dengan Benua Australia. Sedangkan samudra yang membatasi adalah Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Letak geografis ini sangat berpengaruh terhadap keberadaan wilayah Indonesia, baik dilihat dari keadaan fisik dan sosial maupun ekonomi dan politik.

Letak Geografis Indonesia

c. Letak geologis

Letak geologis ialah letak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada pada kulit buminya. Letak geologis Indonesia dapat terlihat dari beberapa sudut, yaitu dari sudut formasi geologinya, keadaan batuannya, dan jalur-jalur pegunungannya. Dilihat dari jalur-jalur pegunungannya, Indonesia terletak pada pertemuan dua rangkaian pegunungan muda, yakni rangkaian Sirkum Pasifik dan rangkaian Sirkum Mediterania. Oleh karena itu, di Indonesia:

  1. Terdapat banyak gunung berapi yang dapat menyuburkan tanah.
  2. Sering terjadi gempa bumi.
  3. Terdapat bukit-bukit tersier yang kaya akan barang tambang, seperti minyak bumi, batu bara dan bauksit.

Letak Geologis Indonesia

d. Letak geomorfologis

Letak geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi. Letak geomorfologis Indonesia sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya:

  1. Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman
  2. Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut
  3. Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil
  4. Perlu memperhitungkan morfologi daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-jembatan, gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.

Letak Geomorfologis Indonesia

e. Letak maritim

Letak maritim, yaitu letak suatu tempat ditinjau dari keadaan kelautan di sekitarnya, yakni apakah tempat itu dekat atau jauh dari laut serta apakah sebagian atau seluruhnya dilingkungi oleh laut, dan sebagainya.
Letak maritim atau letak kelautan Indonesia sangat baik sebab wilayahnya yang berbentuk kepulauan dikelilingi oleh tiga lautan besar, yakni: bagian timur Indonesia berhadapan dengan Samudera Pasifik, bagian selatan Indonesia berhadapan dengan Samudera Hindia, dan bagian utara Indonesia berhadapan dengan Laut Cina Selatan (Lihat gambar: Letak Geografis Indonesia).
Letak maritim yang demikian tentu saja membawa akibat yang baik bagi Indonesia, misalnya, adanya usaha atau kegiatan di bidang pelayaran, perikanan serta pelabuhan di wilayah Indonesia, menyebabkan Indonesia mempunyai potensi ekonomi besar untuk dikembangkan, dan Indonesia mempunyai posisi penting dalam percaturan politik dunia.

Letak Maritim Indonesia

2.2 Letak Sosiografis

Letak sosiografis adalah letak suatu tempat ditinjau dari sosio-kulturalnya, seperti segi ekonomi, segi politis, dan sebagainya.

a. Letak ekonomis Indonesia

Letak ekonomis adalah letak suatu negara ditinjau dari jalur dan kehidupan ekonomi negara tersebut terhadap negara lain. Letak ekonomis Indonesia sangat baik, sebab terletak antara Benua Asia dan Australia ditambah dengan beberapa tempat di sekitar Indonesia yang merupakan pusat lalu lintas perdagangan, misalnya: Kuala Lumpur dan Singapura. Negara tetangga Indonesia ini membutuhkan hasil-hasil pertanian dan hasil pertambangan yang banyak dihasilkan Indonesia. Kemungkinan Indonesia menjadi pusat pasar dunia yang besar sehingga banyak negara industri yang menanamkan modalnya di Indonesia.

b. Letak sosio-kultural Indonesia

Letak sosiokultural adalah letak berdasarkan keadaan sosial dan budaya daerah yang bersangkutan terhadap daerah di sekelilingnya.
Indonesia, secara sosiogeografis–kultural, terletak di perempatan jalan antara Benua Asia dan Australia yang terdiri dari berbagai bangsa. Hal ini menyebabkan terjadinya akulturasi budaya.
Secara sosiokultural, Indonesia mempunyai banyak persamaan umum dengan negara-negara tetangga. Misalnya, sama-sama merupakan negara sedang berkembang, sama-sama sedang menghadapi masalah ledakan penduduk, sama-sama berlandaskan kehidupan beragama, sama-sama bekas negara jajahan, dan sebagian besar penduduknya mempunyai persamaan ras.
Melihat kondisi-kondisi sosial tersebut, tidak mengherankan apabila bangsa-bangsa di Asia, umumnya dan Asia Tenggara, khususnya, berupaya memajukan masyarakat dan memperbaiki keadaan sosiokulturalnya. Adanya kerja sama dan kontak sosial ini dapat dilihat dengan dibentuknya ASEAN, Asean Games, dan berbagai bentuk kerja sama lainnya.

Letak Ekonomis dan Sosiokultural Indonesia

Letak Ekonomis dan Sosiokultural

III. KAITAN KONDISI ALAM DAN IKLIM DENGAN KEHIDUPAN PENDUDUK

Kaitan Kondisi dgn PendudukKondisi alamiah dan manusia pada dasarnya memiliki hubungan timbal balik. Hubungan inilah yang mengakibatkan manusia memiliki karakteristik berbeda-beda disetiap wilayahnya.
Aktivitas penduduk di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis terutama kondisi fisiknya. Kondisi geografi fisik tersebut meliputi kondisi iklim, topografi, jenis dan kualitas tanah, serta kondisi perairan.
Kondisi daratan dengan segala kenampakannya merupakan tempat tinggal manusia dengan segala aktivitasnya. Mulai dari ketinggian paling rendah yang terletak di pantai sampai daerah puncak gunung.
Aktivitas penduduk yang terkait pada kondisi alam dapat diketahui dari corak kehidupan penduduknya, yakni:

  1. Corak kehidupan di daerah pantai. Penduduk umumnya bekerja sebagai nelayan, penjual jasa wisata, sektor perikanan dan perkebunan kelapa.
  2. Corak kehidupan di daerah dataran rendah. Penduduk biasanya bekerja pada sektor pertanian, ladang dan bentuk pertanian lain. Selain itu sektor-sektor lain biasanya lebih cepat berkembang seperti transportasi, industri, dan perdagangan.
  3. Corak kehidupan daerah dataran tinggi. Penduduk di daerah ini umumnya bekerja dalam sektor pertanian terutama perladangan.

3.1 Daerah Pantai

Pantai adalah bagian daratan yang berbatasan dengan laut. Penduduk daerah pantai mempunyai karakteristik yang disesuaikan dengan keadaan daerahnya. Beberapa karakteristik penduduk pantai adalah sebagai berikut:

  • Mata pencaharian
  • Transportasi dan perdagangan
  • Pola pemukiman
  • Kondisi fisik penduduk
  • Bentuk rumah

a. Mata pencaharian penduduk daerah pantai

Daerah PantaiPenduduk memilih mata pencaharian mereka sesuai dengan ketersediaan yang terkandung di alam. Sebagian besar penduduk memilih bekerja sebagai nelayan dibandingkan bercocok tanam. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang kurang baik untuk dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Daerah pantai juga merupakan tempat wisata yang menarik, sehingga sebagian penduduk bekerja sebagai penjual jasa. Disamping itu, daerah pantai juga  dapat dijadikan sebagai tempat budidaya tanaman, meskipun penggunaannya hanya sebagai mata pencaharian sampingan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di daerah pantai diantaranya adalah kelapa, semangka, melon dan buah naga.
Aktivitas lain dari penduduk di daerah pantai adalah perikanan air payau. Perikanan ini diusahakan dalam bentuk kolam luas yang disebut tambak. Ikan yang banyak dibudidayakan pada tambak adalahh ikan yang bernilai tinggi, seperti bawal, bandeng dan lobster.

b. Transportasi dan perdagangan

Beberapa pantai di Indonesia digunakan sebagai sarana transportasi dan bongkar muat barang. Daerah pantai yang digunakan sebagai dermaga pelabuhan, dapat kita jumpai, misalnya: Tanjung Benoa, Gilimanuk (Bali), dan lain-lain. Aktivitas transportasi dan perdagangan membentuk karakteristik penduduk sekitar pantai. Lapangan pekerjaan ini semakin terbuka sehingga banyak penduduk yang berprofesi sebagai pedagang, buruh pelabuhan, dan aktivitas lain penunjang aktivitass transportasi dan perdagangan.

Upload Trans Pantai

c. Pola pemukiman

Sebagian besar penduduk di daerah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan, maka pemukiman mereka biasanya membentuk pola memanjang (linear) mengikuti garis pantai. Pola pemukiman linear memudahkan para nelayan untuk pergi melaut.

d. Kondisi fisik penduduk

Suhu udara di daerah pantai terasa sangat panas. Suhu rata di daerah pantai  pada siang hari bisa lebih dari 27°C. Kondisi suhu yang panas ini mengakibatkan penduduk daerah pantai berwarna kulit agak gelap. Selain itu, jika berbicara penduduk pantai agak keras, karena harus beradu dengan suara gemuruh ombak yang tak kunjung henti.

e. Bentuk rumah

Rumah-rumah di daerah pantai biasanya memiliki ventilasi yang banyak dan atap terbuat dari genteng tanah. Ventilasi yang banyak dimaksudkan agar banyak udara dingin yang masuk ke rumah.

3.2 Dataran Rendah

Dataran rendah merupakan daerah datar yang memiliki ketinggian hampir sama.
Di Indonesia daerah dataran  rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis.
Lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin. Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan saran transportasi ini telah mendorong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk. Kemudahan transportasi dan banyaknya pusat-pusat kegiatan di daerah dataran rendah menarik penduduk untuk menetap disana. Oleh karena, itu penduduknya semakin bertambah dan kebutuhan tempat tinggal serta tempat usaha juga meningkat. Lahan-lahan seperti sawah dan hutan sebagai penyangga keseimbangan alam semakin berkurang digantikan oleh tumbuhnya bangunan bertingkat. Hal ini banyak menimbulkan permasalahan, seperti daerah resapan air berkurang yang mengakibatkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau.
Keanekaragaman aktivitas penduduk ini menunjukkan adanya heterogenitas mata pencaharian penduduk. Petani, pedagang, buruh dan pegawai kantor adalah beberapa contoh mata pencaharian penduduk daerah dataran rendah.

3.3 Dataran Tinggi

Wilayah Indonesia pada daerah dataran tinggi  memiliki sistem pegunungan yang memanjang dan masih aktif. Relief daratan dengan banyaknya pegunungan dan perbukitan, menyebabkan Indonesia memiliki kesuburan tanah vulkanik, udara yang sejuk, dan alam yang indah.
Relief daratan dengan banyak pegunungan dan perbukitan memiliki udara yang subur dan udara yang sejuk sehingga sangat diminati penduduk yang kegiatan utamanya di bidang pertanian. Sebagian besar penduduk juga masih banyak yang tergantung pada alam dan memanfaatkan hasil dari alam. Penduduk daerah pegunungan juga banyak yang memanfaatkan suhu udara yang dingin untuk menanam sayuran dan tanaman perkebunan. Selain itu, relief daratan yang demikian juga memiliki potensi menjadi daerah pariwisata.

III. RANGKUMAN

Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia, pada dasarnya tergantung pada kualitas manusianya. Pusat-pusat kegiatan ekonomi penduduk pada hakekatnya adalah hasil peradaban manusia yang mampu memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya sesuai dengan kemampuan potensinya yang dominan di daerah yang bersangkutan.
Aktivitas penduduk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya cenderung memiliki hubungan yang erat dengan lingkungan fisiknya, walau tidak sepenuhnya mutlak kondisi geografis ini mewarnai aktivitas kehidupan penduduk di wilayah dataran tinggi, dataran rendah dan wilayah pantai.

Referensi

  1. Aplikasi Pembelajaran Geografi Nextedu, Jakarta: PT. Infiniti Reka Solusi.
  2. CD Interaktif, Dinamika Penduduk dan Lingkungan Hidup. Lebah Kreasi Multimedia.
  3. CD Interaktif, Kondisi Fisik Wialyah Indonesia. Lebah Kreasi Multimedia.
  4. CD Interaktif, Penggunaan Lahan dan Ekonomi Penduduk. Lebah Kreasi Multimedia.
  5. Nurdin, Muh. (et.al). 2008, Mari Belajar IPS 1: untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  6. Sudarmi, Sri. 2008, Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu 2: SMP/MTs Kelas VIII. Maryanto (ed.), Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  7. Tim Excelen, LKS Geografi dan Sosiologi: untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 2. Surakarta: CV. Media Semesta.
  8. Tim Prestasi, Pendamping Materi Geografi: untuk SMP/MTs Kelas 7. Denpasar: Prestasi.
  9. http://www.google.co.id
Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://abelpetrus.wordpress.com/geography/kondisi-geografis-dan-penduduk-indonesia/
Comments
  1. farah says:

    thank you atas penjelasannya

  2. lovespongeob says:

    Okayy.. Tq yaww

    • abelpetrus says:

      oke Zahirayalsa. Jika Anda copas dari berbagai macam web jangan lupa cantumkan url-nya dimana kamu merujuk/mengambil sumber.
      Semoga bermanfaat.
      Selamat Belajar & Tetap Semangat.
      Tuhan menyertaimu…

  3. Zakiya says:

    Sangat membantu ! Thank’s !

  4. JACKY says:

    MAKASIH KK BLOG NYA BAGUS ^^

  5. iraradhiah says:

    [...] tumor dan menopause (Muhammad, 1996). Kondisi sosial budaya (adat istiadat) dan kondisi lingkungan (kondisi geografis) berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Situasi budaya dalam hal ini adat istiadat saat ini [...]

    • abelpetrus says:

      Salam kenal Iraradhiah.
      Saya bingung mengapa adat istiadat dapat mengakibatkan orang terkena penyakit tumor.
      apa kaitannya antara kesehatan dengan situasi adat istiadat?
      adakah satu contoh adat yang membuat orang menjadi terkena tumor dan menopause?
      setau saya, terkait pada itu semua, mungkin kondisi geografis bisa lebih tepat mengakibat orang terkena penyakit. sementara adat adalah salah satu pranata sosial yang mengatur hidup manusia, termasuk di dalamnya adalah pencegahan tindakan penyimpangan sosial yang mengakibatkan manusia terkena penyakit.

      Terimakasih atas kunjungannya.
      semoga blog ini bermanfaat.
      Tuhan memberkati

  6. Erica Mas Udah says:

    terima kasih atas infonya. sangat bermanfaat untukkuu..

  7. Wenny says:

    terima kasih yaaaa..

  8. Fhinea says:

    Makasih,
    infonya sangat membantu mengerjakan tugas….

  9. ruly rakasiwi says:

    Thank;s infony kk….

  10. putri says:

    perbedaan kondisi geografis n penduduk?

    • abelpetrus says:

      Mbak Putri, rasanya lebih tepat pertanyaannya seperti ini: “Apa kaitan antara Kondisi Geografis dan Penduduk?”
      Kalo saya menjawab dari pertanyaannya Mbak Putri “perbedaan kondisi geografis n penduduk?”, jawaban saya seperti ini: Kondisi Geografis adalah Keadaan suatu wilayah yang memiliki kekhasan lingkungan fisik, sementara Penduduk adalah orang-orang yang tinggal menetap atau sementara pada suatu kondisi/letak geografis.
      Lalu, apa kaitannya antara Kondisi Geografis dengan Penduduk?
      Jawabnya:
      Setiap daerah berdasarkan Letak Geomorfologis, Geografis, Astronomis, Geologis akan mempengaruhi karakter, mata pencaharian, sosial-budaya, bentuk rumah, maupun fisik penduduknya, berdasarkan itu dapat juga dibedakan/diidentikkan penduduk/penghuninya.
      Orang yang hidup di daerah dataran tinggi, dataran rendah, daerah pantai (pesisir) dari logat/dialek bahasa saja memiliki ciri khas masing2. Misalkan orang pantai yang biasa melihat dan mendengar deburan ombak, cara dan volume bicara mereka akan lebih keras, ketimbang mereka yang hidup di daerah dataran tinggi yang senyap ataupun daerah dataran rendah yang biasanya lebih padat penduduknya.
      Selain itu banyak lagi yang bisa Mbak Putri pahami dari tulisan ini, mengapa kondisi geografis dapat mempengaruhi dan membedakan setiap orang yang hidup dengan letak morfologis yang berbeda2. Coba Mbak Putri baca secara seksama, detail, pasti akan paham.
      Terimakasih atas kunjungannya
      Semoga Bermanfaat.
      Selamat belajar & Tetap Semangat.
      Tuhan memberkati…

  11. puputpecintacjr says:

    thanks for info kak .. jdi gampang dehh ngerjain tugas dri guru ku ,. :)

    • abelpetrus says:

      Sama-sama Puput, terimakasih juga atas kunjungannya.
      Artikel ini juga saya buat untuk siswa/siswi saya, biar mereka bisa belajar dimanapun mereka berada.
      Semoga bermanfaat.
      Selamat belajar & tetap semangat.
      Tuhan memberkati.

  12. yoga says:

    mksh kk…jdi gmpng buat tuggs nya :)

  13. Azh rieyma blueaziey says:

    Terima kasih …
    Ini smua sngat membantu bagi saya . . .

  14. Sharah Arnietta says:

    Makasih Kakak infonya! sangat berguna :)

  15. Iqmal says:

    Ko’ sama kaya yg di buku IPS saya?

    • abelpetrus says:

      ya memang sama, ini adalah rangkuman buku IPS tersebut ditambah dari berbagai macam sumber, seperti yang bisa Anda lihat pada Daftar Pustaka/Referensi dari materi ini. Anda juga bisa mendownload buku IPS tersebut di: http://abelpetrus.files.wordpress.com/2012/07/bse-ips-kelas-7.pdf. silahkan klik link tersebut untuk bisa mendownload dalam bentuk e-book. buku tersebut juga saya download dari situsnya dinas pendidikan Indonesia.
      Selamat belajar & Tetap semangat….
      Tuhan memberkati.

  16. DikaAditya says:

    makasih ya kak atas infonya,sangat berguna buat belajar ips

  17. alvin says:

    sangat membantu ku

  18. imam lumajang says:

    ijin copi ya,,,,,,

  19. dzulfikar says:

    ko sma kya buku IPS saya

    • abelpetrus says:

      ya memang sama, ini adalah rangkuman buku IPS tersebut ditambah dari berbagai macam sumber, seperti yang bisa Anda lihat pada Daftar Pustaka/Referensi dari materi ini. Anda juga bisa mendownload buku IPS tersebut di: http://abelpetrus.files.wordpress.com/2012/07/bse-ips-kelas-7.pdf. silahkan klik link tersebut untuk bisa mendownload dalam bentuk e-book. buku tersebut juga saya download dari situsnya dinas pendidikan Indonesia.
      Selamat belajar & Tetap semangat….
      Tuhan memberkati.

  20. Makasih kak informasinya..
    Tuhan memberkati..
    Ijin copy ya kak…

  21. ambar says:

    makasih atas infonya
    berguna bnget nih buat belajar ips buat ulngan besok

  22. anty says:

    sangat membantu & inspiratif.

  23. Stefen Putra says:

    Makasih bermanfaat buat tugas.Salam Bang Abelpetrus

  24. billly says:

    terimakasih atas bahan nya skarang jadi gampang presentasi dehh

    • abelpetrus says:

      Terimakasih juga atas kunjungannya Billy. materi ini juga bisa di download dalam format pdf, silahkan klik menu download kemudian klik judlu sesuai dengan materi ini. selain materi ini juga ada beberapa materi lainnya yang bisa kamu download.
      Selamat belajar dan tetap semangat.

  25. Mary Yustina says:

    thank you because you give a good information.informasinya lengkap b’uuuuuuuut.GBU

  26. Syana zahra says:

    Thanks untuk ifonya ya kak
    rara jadi bisa lanjut belajarnya :)

  27. rizkiimami says:

    terima kasih, ini sangat berguna untukku!

  28. ai says:

    kalo pertanyaannya: “mengapa di suatu tempat kondisi iklimnya sering berbeda-beda?” tolong dijawab ya trimsksh

    • abelpetrus says:

      Terimakasih atas pertanyaannya. Saya berusaha menjawab dengan baik.

      Dari sumber yang saya dapatkan Iklim adalah:

    • Iklim pada umumnya, kita ketahui hanya ada tiga, yakni Iklim Tropis, Subtropis, dan Dingin. Namun pada dasarnya, ada 5 klasifikasi utama iklim dengan banyak subdivisi di setiap kelas. Ada iklim tropis, iklim subtropis, iklim pertengahan lintang, iklim lintang tinggi, dan iklim ketinggian tinggi. Tapi agar tidak semakin meluas, maka lebih baik langsung saja pada pengertian Iklim. Iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang relatif lama. misalnya, Indonesia terletak di Khatulistiwa, maka Indonesia memiliki iklim tropis. Iklim tropis hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim inipun disebabkan bukan karena distribusi suatu wilayah apakah lebih luas daratan atau lautannya, melainkan disebabkan adanya angin muson yang membawa uap air ketika musim hujan, dan uap panas ketika musim kemarau. Angin muson timur menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau, karena angin ini membawa uap panas dari Australia yang sebagian besar wilayahnya adalah gurun. Sementara angin muson barat menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan, ini karena angin yang dibawa dari barat melalui lautan luas dari Asia, yaitu laut Cina sehingga membawa uap air. Jadi, iklim itu ditentukan oleh garis lintang suatu wilayah, bukan pada distribusi suatu wilayah tertentu apakah lebih luas daratan atau lautnya.

      Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (± minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas. Iklim dapat terbentuk karena adanya: Rotasi dan revolusi bumi sehingga terjadi pergeseran semu harian matahari dan tahunan; dan Perbedaan lintang geografi dan lingkungan fisis. Perbedaan ini menyebabkan timbulnya penyerapan panas matahari oleh bumi sehingga besar pengaruhnya terhadap kehidupan di bumi.

    • Secara singkat perbedaan iklim dipengaruhi oleh Letak Astronomis (Letak suatu tempat yang didasari oleh garis koordinat lintang dan bujur).

      #Referensi: Buku Paket IPS: Muh. Nurdin, et al., Mari Belajar IPS 1: untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

      atau bisa Anda pelajari juga disini: http://belajar.kemdiknas.go.id/index3.php?display=view&mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/SMP/view&id=132&uniq=1031

      Selamat belajar & tetap semangat.

  • [...] Source : http://abelpetrus.wordpress.com/geography/kondisi-geografis-dan-penduduk-indonesia/ [...]

  • aldanisa says:

    Kalo “Bagaimana karakteristik penduduk di dataran rendah?”

    • abelpetrus says:

      Daerah Dataran Rendah:
      Dataran rendah merupakan daerah datar yang memiliki ketinggian hampir sama.
      Di Indonesia daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan kegiatan penduduk yang sangat beragam. Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan, peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis.
      Pada umumnya daerah dataran di Indonesia adalah kota, jadi sebagaimana kehidupan kota, maka karakteristik penduduk di daerah dataran rendah terutama di kota memiliki sifat individual yang sangat kental dibandingkan kehidupan masyarakat desa yang memiliki sifat sosial dan terikat hubungan komunal yang erat. Tapi memang tidak selalu dataran rendah adalah kota, jadi ada juga kehidupan daerah dataran rendah yang terdapat di desa.

  • […] Source : http://abelpetrus.wordpress.com/geography/kondisi-geografis-dan-penduduk-indonesia/ […]

  • dimas says:

    makasih kakak
    sekarang saya sudah tau apa itu geografis

  • Agus says:

    Kalau pertanyaannya “Jelaskan keterkaitan relief dengan kondisi fisik suatu wilayah!” tolong di jawab y k, terima kasih

    • abelpetrus says:

      Relief/Topografi sama dengan Letak Geomorfologis.

      Relief atau topografi, adalah keadaan tinggi-rendahnya bentuk permukaan bumi. Penampakan alam yang berhubungan dengan relief wilayah daratan terdiri atas pegunungan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan dataran pantai. Sedangkan relief wilayah perairan daratan berupa danau, sungai, rawa, teluk, selat, dan terusan. Penampakan alam relief wilayah perairan laut atau relief dasar laut, terdiri atas bentuk paparan benua, lereng benua, lubuk laut, palung laut, punggung laut, ambang laut, dan gunung laut.
      Letak geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi. Letak geomorfologis Indonesia sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya: a) Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman; b) Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut; c) Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil; dan d) Perlu memperhitungkan morfologi daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-jembatan, gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.

      Selamat belajar dan tetap semangat.

  • rifqyzein says:

    Makasih Kak Penjelasannya…
    Sekarang Ngerjakan Tugas Jadi Mudah…
    Salam…

  • Aufa says:

    kalau pertanyaannya sebutkan 2 pekerjaan penduduk di dataran tinggi ! Tolong langsung di jawab ya

    • abelpetrus says:

      saya tanya lagi dech kalo gitu, pernah ga kamu ke daerah dataran tinggi? apa yang kamu lihat disana? aktivitas apa yang dilakukan oleh penduduk daerah dataran tinggi?

  • fanny nurmaulida says:

    makasih ya atas materi materi nya tugas tugas ku jadi benar semua jawaban nya

  • fidelia maurynia natasya says:

    Tolong di jawab ya,pliss
    Jelaskan keterkaitan relief dengan kondisi sosial masyarakatmya ???
    Tolong di jawab ya,plisss

  • lolo says:

    mkcih ya…

  • alisa says:

    minta nama daerah dataran rendah di indonesia selain jakarta

  • Thank’s ya KK aku jadi tau jawaban PR IPS :)

  • Hani says:

    Rangkumannya singkat,dan jawabannya pun tepat.trimakash ya!.

  • asyeva says:

    terima kasih materinya pak
    ….. bisa mjdi referensi tambahan LKS IPS Terpadu

  • angell says:

    thanks jwaban nya sangat mmbntu ..

  • Mhery says:

    Thank You Very Much

  • arie is king of the darkness says:

    Kok tidak ada contoh kebudayaan yang berkembang berdasarkan letak geografis?

  • Musti says:

    Long post !!!

  • amnesti says:

    terima kasih.. sangat bermanfaat…

  • chandeol211 says:

    aku izin copas ya….. tugas nya elh banget nih

  • Anisha says:

    Thank U so much ;) Benar bensr membantu kak

  • vinsensius says:

    pak kalau beberapa pengaruh pengaruh perbedaan letak geomorfologi antara daerah pesisir dengan pegunungan apa aja ya pak

    • abelpetrus says:

      Gampang aja, kamu perhatikan saja kehidupan masyarakat pesisir dengan masyarakat dataran tinggi, dari kehidupan ekonomi jelas berbeda, orang pesisir nelayan, orang dataran tinggi bermatapencaharian sebagai petani sayur dan buah2an.

  • ummulf says:

    sya mau nanya,bentang alam di dataran tinggi itu kyak bgmna yhh??
    soalnya sya punya tgas ips dan prtnyaannya kya gitu

    makasih sblumnya

    • abelpetrus says:

      pernah ke gunung ga? atau daerah puncak (dataran tinggi)? kalo pernah jalan2 kedaerah puncak/perbukitan/pegunungan saya rasa gampang tuch… belajar IPS = belajar keadaan lingkungan alam sekitar dan sosialmu, ga usaha baca, perhatikan aja baik2 itu semua. atau kalo mo lebih gampang, sering-sering aja nonton Jejak Petualang, Laptop Si Unyil, Bocah Petualang, dll.
      gampang aja itu kali, didataran tinggi geomorfologinya berbukit2, udaranya sejuk, cocok utk buah2an atau sayur2an.

  • Adinda says:

    hay….salam kenal kalau pengertian peternakan besar,kecil, dan unggas itu apa ???

    • abelpetrus says:

      Peternakan besar itu biasanya beternak sapi, kuda, kerbau
      Peternakan kecil itu biasa beternak kambing, domba atau babi
      Peternkan unggas yaitu beternak ayam, bebek, itik dll

  • Adinda says:

    terimakasih ya salam kenal dari inda

  • Edva says:

    untuk Dataran Rendah dan Tinggi tidak selengkap Daerah Pantai . Bisa diperlengkap lagi mass ? hehe soalnya mau ngerjain tugas adek

  • julius says:

    Informasinya lengkap ya bang g susah cari lagi

    • abelpetrus says:

      Relief/Topografi sama dengan Letak Geomorfologis.

      Relief atau topografi, adalah keadaan tinggi-rendahnya bentuk permukaan bumi. Penampakan alam yang berhubungan dengan relief wilayah daratan terdiri atas pegunungan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan dataran pantai. Sedangkan relief wilayah perairan daratan berupa danau, sungai, rawa, teluk, selat, dan terusan. Penampakan alam relief wilayah perairan laut atau relief dasar laut, terdiri atas bentuk paparan benua, lereng benua, lubuk laut, palung laut, punggung laut, ambang laut, dan gunung laut.
      Letak geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi. Letak geomorfologis Indonesia sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya: a) Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman; b) Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut; c) Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil; dan d) Perlu memperhitungkan morfologi daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-jembatan, gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.

      Selamat belajar dan tetap semangat.

  • julius says:

    bentuk alam/relief indonesia apa bang abelpetrus ?

    • abelpetrus says:

      Relief/Topografi sama dengan Letak Geomorfologis.

      Relief atau topografi, adalah keadaan tinggi-rendahnya bentuk permukaan bumi. Penampakan alam yang berhubungan dengan relief wilayah daratan terdiri atas pegunungan, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, lembah, dan dataran pantai. Sedangkan relief wilayah perairan daratan berupa danau, sungai, rawa, teluk, selat, dan terusan. Penampakan alam relief wilayah perairan laut atau relief dasar laut, terdiri atas bentuk paparan benua, lereng benua, lubuk laut, palung laut, punggung laut, ambang laut, dan gunung laut.
      Letak geomorfologis, yaitu letak suatu tempat berdasarkan tinggi rendahnya tempat tersebut terhadap permukaan air laut atau dilihat dari bentuk permukaan bumi. Letak geomorfologis Indonesia sangat bervariasi. Perbedaan letak geomorfologis mempunyai pengaruh yang bermacam-macam, misalnya: a) Adanya suhu yang berbeda-beda sangat berpengaruh terhadap jenis tanaman; b) Menentukan ada tidaknya mineral-mineral yang dikandung oleh batuan tersebut; c) Menentukan kepadatan penduduk, misalnya tempat-tempat yang morfologi daratannya berbukit atau terjal kepadatan penduduknya kecil; dan d) Perlu memperhitungkan morfologi daerah sebelum membangun bangunan-bangunan, jembatan-jembatan, gedung-gedung, dan jalan-jalan raya.

      Selamat belajar dan tetap semangat.

  • annisa cahya says:

    jelaskan kaitan antrara kondisi geografis dengan keadaan penduduk untuk daerah datar dan tidak rata !

  • Arief Darvin says:

    sangat berguna untukku

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s