Salib Kristus yang kupanggul

yyesus-animasiKetika aku mendaki gunung untuk pertama kalinya,
aku bertanya kepada seseorang yang sedang menuruni gunung,
“Berapa lama lagi untuk mencapai puncak?”
Jawabnya, “Kamu hampir sampai”.

Dengan jawaban itu, aku menjadi yakin untuk tetap melanjutkan pendakianku.
Tetapi, aku tahu itu akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai puncak.
Dan apa yang dikatakannya memberikan aku keyakinan untuk sampai di puncak.
Kata-katanya sungguh benar dan aku sangat menghargainya.

Kemudian, ketika aku mencapai puncak,
ternyata tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan.
Apakah ada puncak tertinggi yang harus aku daki?

Tuhan, berapa lama lagi aku harus mendaki?!
Tuhan, Berapa jauh lagi?!

Jawab-Nya: “Kamu hampir sampai… Lakukanlah dalam Nama-Ku, Aku selalu menyertaimu”

abeLPetrus – 8.49 PM, 14 Maret 2011

Tuhan tidak pernah lelah mengampuni kita, namun kitalah yang lelah memohon ampun kepada Tuhan.

Tuhan tidak pernah lelah mengampuni kita, namun kitalah yang lelah memohon ampun kepada Tuhan.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s