A

Banner2Banner2
Abiotik : Unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain.
Abrasi : Pengikisan tanah atau batuan oleh tenaga angin atau air laut.
Absorbsi : Penyerapan sebagian panas matahari sebelum mencapai bumi oleh lapisan atmosfer.
Adiabatik Basah : Penurunan suhu udara antara 6°C – 1°C setiap naik 100 meter.
Adiabatik Kering : Kenaikan suhu udara rata-rata 1°C setiap turun 100 meter.
Adveksi : Pemberian panas oleh gerak udara vertikal ke atas.
Afeksi : Berkenaan dengan perasaan yang menanggapi objek tertentu.
Agen Geomorfi : Berbagai benda yang mempunyai kemampuan merusak atau mengubah raut muka bumi, misalnya air, angin, sinar matahari.
Aglomerasi :
  1. Menunjukkan kecenderungan persebaran gejala geografis yang mengelompok pada suatu tempat;
  2. Gabungan, kumpulan dua atau lebih pusat kegiatan; tempat pengelompokan berbagai macam kegiatan dalam satu lokasi atau kawasan tertentu, dapat berupa kawasan industri, pemukiman, perdagangan, dan lain-lain (yang dapat saja tumbuh melewati batas administrasi kawasan masing-masing, sehingga membentuk wilayah baru yang tidak terencana secara sempurna); dan
  3. Pengelompokan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah sehingga membentuk daerah khusus industri.
Agihan : Persebaran suatu objek tertentu.
Air Tanah : Bagian dari presipitasi total yang ada waktu tertentu melewati atau tinggal dalam tanah atau strafa di bawahnya serta bebas bergerak di bawah pengaruh grafitasi (Ground Water).
Airy Transit Circle : Tempat garis meridian 0° Bujur yang terdapat di Royal Greenwich Observatorium dekat kota London, Inggris.
Aksesibilitas : Menunjukkan kemudahan bergerak dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu wilayah. Aksesibilitas ini ada kaitannya dengan jarak.
Akomodasi :
  1. Persediaan atau penyediaan tempat kediaman dan fasilitas yang dibutuhkan oleh seseorang atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan;
  2. Penyesuaian diri dengan alam; dan
  3. Penyelesaian perselisihan (Accomodation).
Alfisols : Tanah yang cukup mengalami pencucian dengan zona permukaan tanah yang terdiri dari akumulasi lempung dan >35% base saturation.
Altimeter : Alat yang berfungsi untuk mengukur ketinggian suatu tempat dari permukaan laut secara otomatis dengan satuan meter atau feet.
Aluvial : Endapan yang berupa lumpur dan pasir halus yang terbawa oleh air sungai lalu diendapkan di dataran rendah, lembah dan cekungan sepanjang aliran sungai.
Aluvium : Batuan sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh sungai-sungai. Batuan ini dapat kita lihat di tepi-tepi sungai atau muara sungai. Misalnya, pasir dan tanah endapan di tepi sungai.
Ambang Laut (Drempel) : Pegunungan di dasar laut yang memisahkan dua laut yang dalam.
Analisis : Penguraian atau kupasan suatu hal yang akan dibuktikan secara ilmiah
Analitis : Menjawab mengapa ditemukan suatu masalah pada wilayah geografis tertentu.
Analisis Keruangan : Suatu analisis yang mempelajari perbedaan mengenai sifat-sifat penting/seri sifat-sifat penting fenomena geografi. Ahli geografi akan memikirkan faktor-faktor apakah yang menguasai pola persebaran dan bagaimanakah pola tersebut dapat diubah agar persebaran menjadi lebih efisien dan lebih wajar.
Analisis Lokasi : Analisis lokasi dalam geografi menitikberatkan kepada tiga unsur geografi yaitu jarak (distance), kaitan (interaction), dan gerakan (movement).
Andisols : Tanah yang terbentuk dari debu vulkanik.
Anemometer : Alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin di suatu tempat secara otomatis dengan satuan meter per detik.
Angin : Angin adalah udara yang bergerak dari daerah udara bertekanan tinggi menuju ke daerah udara bertekanan rendah, dari daerah bersuhu rendah menuju ke daerah bersuhu tinggi.
Angin Antipasat : Angin yang merupakan kelanjutan dari angin passat yang berembus di atas daerah angin passat. Arahnya berlawanan dengan arah angin passat, menuju daerah subtropika. Sifatnya jatuh, kering, dan panas.
Angin Anti Siklon : Adalah udara yang bergerak dari suatu daerah sebagai pusat bertekanan udara tinggi menuju daerah tekanan udara rendah yang mengelilinginya. Gerakan udara ini terlihat berputar menyebar ke arah daerah bertekanan udara rendah.
Angin Bohorok : Semacam angin Fohn di Deli, Sumatera Utara.
Angin Darat : Angin yang bertiup dari darat ke laut dan terjadi pada malam hari karena pada malam hari tekanan udara di darat lebih tinggi daripada tekanan udara di laut.
Angin Fohn : Angin yang membentuk lereng pegunungan Alpen kemudian naik menelusuri lereng ke puncak, suhunya menurun, pada titik ketinggian 1-500 meter mencapai titik embun, awan, kabut, atau hujan. Setelah angin melewati puncak, kemudian turun menjadi angin yang panas dan kering. Angin ini dikenal di Austria dan Jerman.
Angin Gunung : Udara yang bergerak dari gunung ke lembah dan terjadi pada malam hari.
Angin Khatulistiwa : Angin yang bertiup secara tegak/vertikal di daerah khatulistiwa. Angin Khatulistiwa dapat terjadi karena pertemuan dua angin pasat yang berasal dari daerah sutropis utara dan daerah subtropis selatan menuju daerah tropis.
Angin Laut : Angin yang bertiup dari laut ke darat dan terjadi pada siang hari karena pada siang hari tekanan udara di laut lebih tinggi daripada tekanan udara di darat.
Angin Lembah : Udara yang bergerak dari lembah ke puncak dan terjadi pada siang hari.
Angin Lokal : Angin musim harian yang terjadi di daerah-daerah yang tidak seberapa luas.
Angin Musim : Dalam bahasa Arab mausim atau musoon dalam bahasa Inggris, yaitu angin yang bertiup periodik setengah tahun yang diakibatkan perbedaan tekanan udara antara dua benua yang berseberangan terhadap khatulistiwa.
Angin Musim Barat : Angin yang bertiup di Indonesia berlangsung sekitar akhir bulan September hingga bulan Maret. Angin ini berasal dari Samudera Hindia (sebelah barat Pulau Sumatera) menuju Benua Australia. Angin tersebut membawa serta uap air yang cukup banyak, sehingga pada saat itu di Indonesia bermusim hujan.
Angin Musim Timur : Angin yang bertiup di Indonesia, berangsung sekitar akhir bulan Maret hingga bulan September. Angin ini berasal dari Benua Australia menuju Samudera Hindia, kemudia berbelok ke arah utara. Angin tersebut bersifat kering, sehingga pada saat itu di Indonesia bermusim kemarau.
Angin Pasat : Angin yang berasal dari daerah subtropis selatan dan daerah subtropis utara yang menuju je daerah tropis.
Angin Siklon : Udara yang bergerak dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi menuju titik pusat tekanan rendah. Gerakan udara ini terlihat berputar dari beberapa daerah bertekanan tinggi yang mengelilingi daerah udara bertekanan rendah.
Angin Fohn : Angin ini sering ditemukan pada lereng utara pegunungan Alpen. Angin Fohn adalah angin yang turun dari pegunungan yang bersifat panas dan kering. Angin ini ditemukan juga di Indonesia, misalnya Angin Kumbang di Cirebon, Angin Bahorok di Sumatera Utara, Angin Gending di Probolinggo/Pasuruan, Angin Brubu di Makasar, Angin Wambrau di Biak,Irian Jaya. Angin Puyuh di Sangir-Talaud. Chinook di U.S.A, Siroco di Laut Tengah, Zonda di Argentina, dan lain-lain.
Antroposentris : Manusia sebagai pusat perhatian.
Antiklin (Antiklinal) : Punggung atau puncak lipatan.
Antroposfer : Lapisan manusia yang merupakan sentral diantara lapisan-lapisan lain. Tema sentral artinya diutamakan dalam kajian.
Aphelium : Jarak terjauh planet bumi terhadap matahari.
Apofisa : Cabang dari suatu gang atau lubang vertikal tempat keluarnya magma dan bahan-bahan lainnya pada saat gunung berapi meletus.
Apparent Retrograde : Gerak mundur semu dari planet-planet dijelaskan dengan gerak relatif bumi dan planet-planet yang bergerak di sekitar Matahari dengan kecepatan sudut berbeda.
Aquifer : Suatu lapisan tanah yang banyak mengandung air. Biasanya berupa lapisan tanah pasir yang porious. Jika aquifer berada di antara dua lapisan yang tidak dapat ditembus air dinamakan “aquifer terkekang”.
Arbitrasi : Bentuk akomodasi yang digunakan oleh pihak-pihak yang sedang berselisih dalam proses mencari solusinya, tetapi belum mampu mencapai proses akhir penyelesaian sehingga membutuhkan pihak ketiga yang memiliki wewenang menjadi media penyelesaian masalah.
Areal Differensiation : Kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi yang dalam bahasa Indonesia disebut Pendekatan Kompleks Wilayah.
Aridisols : Tanah yang mengandung mineral CaCO3 di daerah yang beriklim kering dengan pengembangan horizon subsoil.
Artesis : Air yang memancar dari dalam tanah tanpa dipompa.
Asimilasi : Suatu penyesuaian atau penyelarasan proses sosial dalam taraf lanjutan yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat pada orang-perorangan dua organisasi/badan usaha atau lebih (Assimilation).
Aspek Fisik : (Alamiah) Muka bumi meliputi litosfer, biosfer, dan atmosfer.
Atlas : Sekumpulan peta-peta yang dijilid menjadi satu dalam bentuk buku dengan bahasa, simbol, dan proyeksi umumnya seragam. Tiap lembar peta diberi kode atau nomor sesuai dengan lembar indeks. Atlas pertama kali dikenal sekitar abad pertengahan atau sekitar abad ke 15 M.
Atlas Nasional : Buku yang berisi sekumpulan peta yang menggambarkan aspek-aspek tertentu suatu negara atau negara-negara di dunia.
Atlas Dunia : Atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan dunia seutuhnya mencakup benua, samudera, laut, pulau, kepulauan, dan lain-lain.
Atlas Semesta : Atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan jagad raya yang ada kaitannya dengan peta langit, rasi bintang, susunan tata surya, dan lain-lain.
Atmosfer : Lapisan udara yang menyelimuti/menyelubungi bumi terdiri atas campuran oksigen (21%), nitrogen (78%), karbon dioksida (0,03%), argon (hampir 1%), helium, dan gas-gas lainnya (0,01%) ditambah uap air yang jumlahnya bervariasi.
Asteroid : Ribuan anggota tata surya yang sangat kecil (planet-planet kecil) yang berevolusi mengelilingi matahari.
Astenosfer : Zona di atas mantel bumi, meluas dari dasar litosfer sampai kedalaman sekitar 250 km di bawah kontinen dan kolam samudera; relatif lembek dan kemungkinan sebagian cair (molten).
Astronomi : Cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi (misalnya radiasi latar belakang kosmik (radiasi CMB)).
Atlas : kumpulan peta-peta yang dirancang untuk disimpan dalam bentuk jilid (buku) atau dalam keadaan lepas-lepas, tetapi dikumpulkan menjadi satu.
Atmosfer : Lapisan udara, cuaca, dan iklim yang dikaji dalam klimatologi, meteorologi, dan lain-lain.
Awan : titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer dan terjadi sebagai akibat adanya kondensasi uap air.
Azimuth : Sudut yang diukur dengan derajat menurut perputaran jam mulai dari titik utara 0° sampai 360°.
BannerBanner

<< Back

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://abelpetrus.wordpress.com/geography/kamus-geografi/