H

Habitat : Lingkungan hidup tumbuh-tumbuhan atau binatang, atau tempat di mana organisme tertentu bisa dijumpai atau dapat hidup.
Harapan Hidup : Sampai berapa lama seseorang bisa hidup sejak dilahirkan.
Heliosentris : Sistem tata surya di mana matahari sebagai pusatnya.
Hidrologi : Cabang Ilmu Geografi yang mempelajari tentang lapisan air meliputi perairan di darat maupun di laut.
Hidrometeorologi : Ilmu yang merupakan jembatan antara meterologi dengan hidrologi. Dalam ilmu ini dipelajari faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.
Hidrosfer : Lapisan air meliputi perairan di darat maupun di laut yang dikaji dalam hidrologi, oseanografi, dan lain-lain.
Higrograf : Higrometer yang dihubungkan dengan alat mencatat otomatis.
Higrometer : Alat yang berfungsi untuk mengukur kelembaban nisbi di suatu tempat secara otomatis atau dapat mencatat sendiri dengan satuan persen (%).
Hiposentrum : Fokus atau sumber gempa bumi.
Hipotesis Kondensasi : Pengembangan teori pembentukan tata surya yang berpendapat bahwa bulan dan bumi terbentuk oleh pertambahan da kondensasi gas dan debu purba dari tata surya.
Hipsografi : Kenampakan berupa bentang alam daratan, seperti pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, bukit, lembah, dan kenampakan lain yang membentuk relief.
Histosols : Tanah organik.
Horizon Tanah : Persebaran vertikal tanah yang tampak terdiri dari atas lapisan-lapisan.
Horst : Bentuk patahan yang mengalami pengangkatan ke atas.
Hue : Warna spektrum yang dominan sesuai dengan panjang gelombang.
Hujan Asam : Hujan yang menunjukkan kondisi airnya berada pada tingkat keasaman yang tinggi.
Hujan Frontal : Hujan yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang berbeda temperaturnya, yaitu massa udara panas dengan massa udara dingin. Pertemuan dua massa udara tersebut mengakibatkan massa udara panas yang bermuatan air cukup banyak akan naik ke atas massa udara dingin, kemudian terjadi pengembunan dan akhirnya turun menjadi hujan.
Hujan Orografis : Hujan yang terjadi di lereng-lereng pegunungan.
Hujan Zenithal : Hujan yang tgerjadi karena pemanasan sangat intensif permukaan bumi oleh sinar matahari yang jatuh tegak terhadap permukaan bumi. Udara panas mendadak akan bergerak naik dan terjadi kondensasi selanjutnya terjadi hujan pada tempat itu.
Hujan : Peristiwa turunnya titik air dari udara karena mengalami pengembunan.
Hutan Bakau/Manggrove : Hutan yang memiliki pohon-pohon yang mempunyai akar menjulang di atas permukaan air laut pada waktu air laut surut dan terendam pada waktu air laut pasang.
Hutan Endemik : Memiliki jenis tumbuhan yang ada di daerah tersebut saja.
Hutan Heterogen : Hutan yang pepohonannya beraneka ragam.
Hutan Homogen : Hutan yang pepohonannya sejenis.
Hutan Hujan Tropis : Hutan ini meluas ke daerah tropika, yaitu daerah di antara garis lintang 10°-25° utara maupun selatan. Curah hujan tinggi atau daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun dan umumnya berdaun lebar serta selalu hijau, jumlah jenisnya besar, sering terdapat pohon-pohon paku-pakuan, anggrek, dan sebagainya. Hutan ini kaya akan berbagai jenis binatang invertebrata dan vertebrata.
Hutan Lindung : Hutan yang dilindungi undang-undang
Hutan Musim : Disebut juga hutan homogen, karena hanya terdiri dari satu jenis pohon.

<< Back

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://abelpetrus.wordpress.com/geography/kamus-geografi/