Perkembangan Makhluk Hidup

PERKEMBANGAN MAKHLUK HIDUP

Petrus Haryo Sabtono

Berbagai penelitian memperkirakan makhluk hidup pertama yang pernah hidup adalah dari makhluk-makhluk kecil jenis mikroorganisme. Makhluk kecil bersel satu, seperti protozoa, diyakini sebagai awal dari kehidupan yang ada seperti sekarang ini. Perkembangan bumi telah mengalami berbagai babak. Para ahli membaginya menjadi empat babak perkembangan yaitu: Zaman Azoikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum. Zaman Azoikum (Zaman Tertua) Zaman ini berlangsung kurang lebih 2500 juta tahun. Bumi masih merupakan bola gas sangat panas yang berputar pada porosnya. Zaman Paleozoikum (Zaman Kehidupan Tua) Zaman ini berlangsung kurang lebih 340 juta tahun. Keadaan bumi belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Pada zaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan, seperti makhluk bersel satu(mikro-organisme), hewan-hewan kecil yang tidak bertulang punggung, jenis ikan dan jenis ganggang atau rumput-rumputan. Adanya hewan dan tumbuhan di bumi pada zaman ini diketahui dari sisa-sisanya yang telah membantu yang disebut fosil. Zaman ini disebut juga zaman primer (zaman pertama). Zaman Mesozoikum (Zaman Kehidupan Pertengahan) Zaman ini terjadi sekitar 65 sampai 200 juta tahun yang lalu. Saat itu mulai muncul pohon-pohon besar dan hewan yang hidup di darat. Iklim semakin membaik, curah hujan mulai berkurang. Sungai-sungai besar dan danau banyak yang kering dan berlumpur. Ikan banyak yang mati, tapi beberapa jenis dapat bertahan hidup. Ikan yang dapat bertahan hidup mengalami perubahan hingga mereka dapat hidup di darat dan di air. Beberapa hewan amphibi tumbuh menjadi besar sekali, bahkan besarnya ada yang melebihi seekor buaya. Bentuknya berubah, sisiknya menjadi besar-besar. Telurnya berkulit keras seperti telur ayam. Mereka tidak lagi bertelur di air, tetapi di darat. Itulah hewan reptil yang pertama. Beberapa jenis reptil pada zaman prasejarah mirip hewan reptil sekarang. Reptil yang terbesar di antaranya Dinosaurus, Brontosaurus, dan Tyrannosaurus. Dan Peteranodon, reptil terbang yang mempunyai sayap lebih besar dari sayap burung dan mampu melayang berjam-jam di udara mencari makanan. Di akhir zaman Mesozoikum hewan mamalia(hewan menyusui) sudah mulai ada. Zaman ini dinamakan juga zaman sekunder (zaman kedua).

Tyranosaurus

Tyrannosaurus

Zaman Neozoikum Zaman ini berlangsung sekitar 65 juta tahun yang lalu. Zaman Neozoikum dibagi atas dua zaman yaitu: Zaman Tersier dan Zaman Kwarter. a. Zaman Tersier (Zaman Ketiga). Zaman ini dibagi menjadi beberapa masa, yaitu Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen dan Pliosen. Makhluk primata(binatang menyusui seperti kera) mulai nampak sejak zaman Paleosin. Orangutan mulai muncul pada masa Miosen. Di akhir masa Miosen terjadi perubahan besar pada kulit bumi dan lingkungan alamnya. Benua Afrika lepas dari benua Asia sehingga muncul Laut Merah. Daerah hutan di Afrika Timur berubah menjadi sabana. Pada zaman Pliosen, yaitu sekitar 10 juta tahun yang lalu, hidup hewan yang lebih besar dari pada gorilla yang disebut Giganthropus (kera manusia raksasa). Giganthropus hidup berkelompok, hingga dapat berkembang biak dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Selain Giganthropus, pada masa yang sama hidup makhluk lain yang disebut Australopithecus (manusia kera dari selatan). Di Kalimantan Barat dari kala Eosen Akhir ditemukan fosil hewan vertebrata yaitu Anthrcotherium dan Choeromous (sejenis babi purba) yang juga ditemukan di Asia Daratan. Penemuan ini membuktikan bahwa pada kala Eosen akhir, Kalimantan Barat bergabung dengan daratan Asia. b. Zaman Kwarter (Zaman Keempat). Zaman ini dimulai sekitar 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi dua kala, yaitu kala Pleistosen (Dilluvium) dan kala Hollosen (Alluvium). Kala Pleistosen (Dilluvium). Pada masa ini mulai muncul manusia purba. Keadaan alam pada masa ini masih liar dan labil karena silih bergantinya dua zaman, yaitu Zaman Glasial dan Zaman Interglasial. Zaman Glazial adalah zaman meluasnya lapisan es di Kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es. Sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun. Permukaan air laut turun disertai dengan naiknya permukaan bumi di berbagai tempat. Zaman Interglasial adalah zaman di antara dua zaman es. Temperatur naik hingga lapisan es di Kutub Utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar di berbagai tempat yang menyebabkan banyak daratan terpisah oleh laut dan selat. Pada kala Pleistosen ini hanya hewan berbulu tebal saja yang mampu bertahan hidup. Salah satunya Mammouth (gajah berbulu tebal). Sedangkan hewan yang berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Garis Wallace adalah garis antara selat Makassar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyeberangan binatang tersebut. Selain itu juga terjadi perpindahan manusia purba dari Asia ke Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil Sinantrophus pekinensis di Peking(China) yang sejenis dengan Pitecantrophus erectus dari Trinil, Ngawi(Jawa Timur).

Kala Holosen (Alluvium) Pada awal masa ini sebagian besar es di Kutub Utara sudah lenyap, sehingga permukaan air laut naik lagi. Manusia purba lenyap, kemudian muncul manusia cerdas (Homo Sapiens) seperti manusia sekarang.

Berikut ini adalah Video Pembelajaran: “Perkembangan Makhluk Hidup”

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://abelpetrus.wordpress.com/history/perkembangan-makhluk-hidup/