Persebaran Jenis-Jenis Tanah di Indonesia

PERSEBARAN JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA

Petrus Haryo Sabtono

Materi disampaikan dalam Mata Pelajaran Geografi.

Selamat belajar.

ncp-mdb

Tentu kamu sudah terbiasa hidup dengan lingkungan tanah. Tetapi apakah yang dimaksud dengan tanah? Mungkin jawabanmu akan bermacam-macam (berbeda-beda). Jika ditanyakan kepada petani, mungkin jawabannya adalah tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Jika kita bertanya kepada produsen genteng atau batu bata, maka jawabannya tanah adalah bahan baku pembuatan genteng atau batu bata. Bagaimana jawaban para ahli geografi? Marilah kita simak uraian berikut.

Tanah menempati bagian terluar dari lapisan kulit bumi, terbentuk sebagai akibat dari adanya bahan induk yang dipengaruhi oleh iklim dan organisme yang terjadi pada suatu lereng tertentu dan memerlukan waktu tertentu pula. Dari Kalimat tersebut nampak bahwa ada 5 (lima) faktor yang mempengaruhi terbentuknya tanah, yaitu bahan induk, iklim, organisme, lereng dan waktu. Dari lima faktor tersebut, unsur iklim merupakan unsur yang paling dominan. Pada bahan induk yang sama dengan kondisi iklim yang berbeda akan menghasilkan jenis tanah yang berbeda. Jenis-jenis tanah yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Tanah Vulkanis

a. Tanah Andosol

  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi

Gambar 1. Tanah Andosol

Tanah Andosolb. Tanah Regosol

  • Proses terbentuknya : dari endapan abu vulakanis baru yang memiliki butir kasar
  • Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuninga dan kadar bahan organik rendah
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
  • Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara

Gambar 2. Tanah Regosol

Tanah Regosolc. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

  • Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
  • Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan

Gambar 3. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

Tanah Aluvial

2. Tanah Organosol

a. Tanah Humus

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
  • Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
  • Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara

Gambar 4. Tanah Organosol

Tanah Organosolb. Tanah Gambut

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
  • Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
  • Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan

Gambar 5. Tanah Gambut

Tanah Gambut

3. Tanah Litosol (Tanah Berbatu-Batu)

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
  • Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
  • Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

Gambar 6. Tanah Litosol (Tanah Berbatu-Batu)

Tanah Litosol4. Tanah Podzol

  • Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua

Gambar 7. Tanah Podzol

Tanah Podzol

5. Tanah Laterit (Tanah Merah)

  • Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
  • Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
  • Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara

Gambar 8. Tanah Laterit

Tanah Laterit

6. Tanah Mergel

  • Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
  • Ciri-ciri : tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk hujan jati
  • Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara

Gambar 9. Tanah Mergel

Tanah Mergel.

7. Tanah Terarosa (Tanah Kapur)

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batu kapur
  • Ciri-ciri : berwarna merah
  • Pemanfaatannya : meskipun kurang cocok dijadikan sebagai lahan pertanian tetapi tanah ini ternyata baik untuk produksi minuman anggur
  • Persebaran : Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku

Gambar 10. Tanah Terarosa

Tanah Terarosa

a. Tanah Renzina (Tanah Mollisol)

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
  • Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
  • Persebaran : Gunung Kidul, Yogyakarta

Gambar 11. Tanah Renzina

Tanah Renzinab. Tanah Mediteran

  • Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
  • Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera

Gambar 12. Tanah Mediteran

Tanah Mediteran

Ciri-ciri Tanah di Indonesia

  • Banyak mengandung unsur hara
  • Struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang
  • Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara
  • Mempunyai garam-garaman dalam jumlah banyak

Upaya Untuk Melestarikan Sumber Daya Tanah

  • Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos
  • Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung
  • Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring
  • Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.
Gambar 13. Reboisasi dan Terassering
Reboisasi Terasering

Referensi

“18 Jenis Jenis Tanah di Indonesia : Manfaat, Persebaran, Gambarnya”, dalam http://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/jenis-jenis-tanah. Download: 09 Mei 2016.

“Jenis-jenis Tanah di Indonesia”, dalam http://geografi-geografi.blogspot.co.id/2013/08/jenis-jenis-tanah-di-indonesia.html. Download: 10 Mei 2016.

“Macam-macam Tanah di Indonesia”, dalam https://www.academia.edu/11047326/Persebaran_Tanah_di_Indonesia_-_Geografi. Download: 09 Mei 2016.

Pujiastuti, Y. Sri, dkk., 2007. IPS Terpadu 2A untuk SMP dan MTs Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Erlangga.

Sugiharyanto, 2007. Seri IPS: Geografi dan Sosiologi 2, SMP Kelas VIII. Jakarta: Yudhistira.

Yani, Ahmad dan Mamat Ruhimat. Beni S. Ambarjaya (ed.), 2007. Geografi: Menyingkap Fenomena Geosfer untuk SMA/MA Kelas XI. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan copy dimana saja dan mohon kerelaannya untuk mencantumkan link berikut ini: https://abelpetrus.wordpress.com/geography/persebaran-jenis-jenis-tanah-di-indonesia/